Pada sarasehan para sepuh, keluarga Andadinata menyampaikan sebagai berikut :
Pertama :
Kebohongan
Alibasyah HS Effendi PS mengaku sebagai murid terdekat Andadinata dan
pewaris tunggal keilmuan margaluyu dari abah Andadinata.
BUKTI
KEBOHONGANYA, bahwa Alibasyah HS Effendi tidak pernah bertemu muka
langsung dengan abah Andadinata.Alibasyah HS Effendi belajar margaluyu
kepada pa Sumopawiro di kota Wates Kulonprogo D.I Yogyakarta pada tahun
1963. Di harkat (wisuda) oleh pa Sumopawiro. Alibasyah HS Effendi bukan
diharkat (wisuda) olen abah Andadinata.,BR. Saksi hidup kebohongan
Alibasyah HS Effendi PS masih hidup dan bisa ditanyakan sampai saat ini.
Seperti pa Sudarmo (tetangganya Effendi), pa Diyono, pa Rusmin, pa
Basuki, pak Randi yg kesemuanya adalah teman seangkatan Alibasyah HS
Effendi PS sewaktu berlatih margaluyu kepada pa Sumopawiro di kota Wates
Kab. Kulonprogo D.I.Yogyakarta.
Kedua :
Kebohongan
Alibasyah HS Effendi yang mengatakan bahwa ilmu Margaluyu yg berasal
dari Ilmu surudiro jayaningrat lebur dening pangastuti yang kemudian
dirubah namanya menjadi Margaluyu didirikan di Yogyakarta pada 6 Juni
1555 oleh Sultan Agung raja Mataram
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS, bahwa pada tahun 1555 kerajaan
Mataram belum berdiri. Tahun 1555 Sultan Agung belum lahir. Tahun 1555
kota Yogyakarta belum berdiri.Fakta otentik bahwa kerajaan Mataram baru
berdiri tahun 1587. Sultan Agung baru lahir pada tahun 1593. Sultan
Agung Menjadi raja Mataram tahun 1613. Kota Yogyakarta baru berdiri
tahun 1756.
Ketiga :
Kebohongan
Alibasyah HS Effendi PS yang mengatakan bahwa Abah Andadinata sebagai
abdi dalem / pengasuh Sultan Agung dan diwarisi ilmu surodiro
jayaningrat lebur dening pangastuti yang kemudian dirubah namanya
menjadi ilmu Margaluyu.
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS adalah Fakta otentik bahwa Sultan
Agung sudah meninggal pada tahun 1645 dan abah Andadinata dilahirkan
pada tahun 1893.Jadi sangat tidak mungkin abah Andadinata yg belum lahir
pada saat Sultan Agung meninggal ditahun 1645 bisa menjadi abdi dalem /
pengasuh Sultan Agung. Sangat tidak mungkin Sultan Agung yang sudah
meninggal di tahun 1645, bisa mengajar, melatih dan mewarisi ilmu
surodiro jayaningrat lebur dening pangastuti kepada abah Andadinata yang
belum lahir pada saat Sultan Agung Meninggal.
Keempat :
Kebohongan
Alibasyah HS Effendi PS yang mengatakan bahwa abah Andadinata lahir
pada 6 Juni 1724 dan wafat 6 Juni 1969. Dan makamnya tidak diketahui
keberadaanya. Kebohongan ini ditulis dibuku Panduan ML151 dan buku
Selayang Pandang 151.
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah Hs Effendi PS, bahwa dia sudah melihat sendiri
pada di nisan makam abah Andadinata tertulis wafat pada 30 Januari 1969
Kelima :
Kebohongan Alibasyah HS Effendi PS yang mengatakan umur abah Andadinata 394 tahun.
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi Bahwa gurubesar 151 Alibasyah HS
Effendi PS telah salah menghitung. Jika ditarik dari tahun wafat abah
Andadinata 1969 dikurang 394 tahun maka tahun kelahiran abah Andadinata
adalah 1969 – 394 = 1575. Bukan 6 Juni 1724 seperti yg ditulis di buku
Selayang Pandang ML151.Setiap kebohongan pasti memiliki celah fakta yang
tidak pernah diperkirakan oleh pelaku pembohongnya.
Keenam :
Kebohongan
Alibasyah HS Effendi P, mengatakan bahwa ada orang yang Iri dan Dengki
kepada dirinya karena tidak diwariskan keilmuan Margaluyu dari abah
Andadinata. Maka membuat perguruan Margaluyu lainya.
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS, Dalam kenyataanya Alibasyah HS
Effendi PS baru belajar Margaluyu pada tahun 1963. Dan baru belajar 11
jurus dari 52 Jurus Margaluyu yang diajarkan oleh Abah Andadinata.
Selebihnya Alibasyah HS Effendi PS mengajarkan ilmu Kejawen yg tidak
pernah diajarkan oleh abah Andadinata.
Ketujuh :
Kebohongan
Alibasyah HS Effendi PS mengatakan pada Pedranas 12 Des 2011 bahwa abah
Andadinata masih hidup sampai sekarang tetapi muspro menghilang bersama
jasadnya alias Moksa. Dan mengatakan bahwa yang dimakamkan di Cikuya
adalah S.Andadinata anak tertua abah Andadinata.
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi PS, Yang dikatakan pada pedranas 12 Des
2011 bertolak belakang dengan yang pernah ditulis di buku Panduan ML151
dan buku Selayang Pandang 151.Di kedua buku tsb dengan gamblang
tertulis Eyang Andadinata Wafat pada 6 Juni 1969. Namun di pedranas
mengatakan Eyang Andadinata masih hidup sampai sekarang.
BUKTI
KEBOHONGAN Alibasyah HS Effendi yg mengatakan yg dimakamkan di Cikuya
adalah S. Andadinata anak tertua dari Eyang Andadinata. Terbukti bahwa
sejak Alibasyah HS Effendi PS belajar Margaluyu kepada pa Sumopawiro dan
mengangkat dirinya sebagai guru besar ML151 belum pernah ke Cikuya
Cicalengka berkunjung kepada abah Andadinata dan atau keluarganya
Andadinata. Belum pernah tahu kalau nama lengkap eyang Andadinata adalah
S. Andadinata.
Alibasyah
HS Effendi PS baru tahu jika didepan nama Andadinata ada huruf S, pada
saat datang membuktikan bahwa makam abah Andadinata benar benar ada pada
tanggal 18 Des 2009. Demikian tutur keluarga Andadinata yg menguraikan
kebohongan sistemik dari seorang Alibasyah HS Effendi PS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar